
Perkataan Tuhan?
Muslim sangat percaya – haqul yaqin – bahwa Quran adalah perkataan langsung dari tuhan yg ditujukan kepada manusia. Tetapi benarkah keyakinan itu? Ayo kita buktikan kebenarannya...
Dalam Quran terdapat ayat-ayat yg memberitahu bahwa kata-kata didalamnya adalah kalimat-kalimat tuhan seperti:
1) Surat Al-An’am 6:19: “Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku”
2) Surat Al-Kahf 18:1: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an)
3) Surat An-Najm 53:4 : Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)
1) Perkataan Muhammad:
Ensiklopedi Islamik, halaman 8166-8167 dibawah judul Muhammad and the Quran:
Menurut Sunnah muslim, terdapat ayat-ayat quran yg mengatakan bahwa isi Quran adalah dari kalimat tuhan yg diwahyukan, dimana tuhan sebagai pembicara dan Muhammad penerima, tapi ada ayat-ayat lain dari Quran yg punya indikasi lain, didalamnya kelihatan bahwa Muhammad adalah sang pembicara (bukan tuhan): seperti Surat At Takwir 81:15-21 dan Surat Al-Inshiqaaq 83:16
Terdapat ayat-ayat lain seperti: “Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (mu).” Surat Al-An’am 6:104.
· “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Qur'an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.” [6.114]
· “dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.,” [11.3]
· “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” [27.91]
· “Dan supaya aku membacakan Al Qur'an (kepada manusia)” [27.92]
· “itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakal” [42.10]
Jadi jika ayat-ayat tsb adalah perkataan tuhan, dia tidak mengatakan ayat itu seakan-akan dialah pembicaranya, adalah Muhammad yg mengatakan perkataannya sendiri.
Al-Tabari menjelaskan bahwa mengatakan, kelihatannya bahwa tuhan yg mengatakan “O Muhammad katakan aku begini dan begitu” Tapi itu tidak rasional bagaimana seseorang berani menyisipkan kedalam ayat tsb kata-kata yg sebenarnya tidak ada dalam teksnya, dan bagaimana mengenai kata-kata sisipan tsb, apa kata-kata itu ada pada “buku yg ada dan dipelihara” sebelum dimulainya jagat raya ini?
2) Perkataan Malaikat
Terdapat ayat-ayat yg diucapkan oleh malaikat, seperti:
“Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” [19.64]
Para Isnad melaporkan:
Diceritakan oleh ibn Abbas: Jibril berhalangan muncul dihadapan rasul, rasul jadi berduka, dan kemudian Jibril datang pada Muhammad dan berkata “Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu”
Diceritakan oleh Mugahed: Malaikat terlambat datang pada rasul (kena macet kaleee), lalu Jibril datang padanya terlambat, Muhammad bertanya: Kenapa kau terlambat?, dia menjawab, “bagaimana kita bisa datang sementara kau tidak memotong kuku dan kumis dan tidak membersihkan gigi menggunakan miswak (sejenis kayu, kebiasaan Arab jaman dulu) Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.”
Saya bertanya-tanya kenapa malaikat-malaikat tidak bisa datang pada Muhammad, hanya karena dia tidak menggosok giginya, memotong kukunya, apa mereka jijik? Apa itu alasan kenapa mereka terlambat?
“Tiada seorang pun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu, dan sesungguhnya Kami benar-benar bersaf-saf (dalam menunaikan perintah Allah). Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).” 37.164-166
Al-Galaleen bercerita: Jibirl berkata pada rasul: kita malaikat punya kedudukan tertentu disurga dalam memuja tuhan dan tidak melampaui itu. Jadi malaikat berkata bagi diri mereka sendiri dalam ayat itu dan tidak diilhami oleh perkataan tuhan (hal ini juga disebutkan dalam ‘the perfection in the quran sciences’ oleh Al-Syouty).
Kemana semua itu yg katanya dalam ayat “Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” Jadi sebagai perkataan tuhan, ayat-ayat itu seharusnya tidaklah diucapkan seakan-akan sebagai ucapan Muhammad atau malaikat.
3) Kata-kata tanpa Pesan apa-apa:
Ensiklopedi Islamik menyebut dihalaman 8166: ‘Analisa dari teks Quran menunjukkan bahwa ayat-ayat lama dari quran lebih rumit, karena ayat-ayat tersebut tidak menunjukkan bukti-bukti adanya pesan apapun dari tuhan bagi manusia, seperti:
“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,” [91.1-8]
“Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” [Surat 101]
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan `ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” [Surat 102]
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” [Surat 103]
4) Perkataan Doa:
Ensiklopedi Islamik menyebut ini dihalaman 8246: ‘terdapat kata-kata dalam Quran dg memakai pola seperti doa:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” [Al Fatihah Surat Pembuka]
Dapatkah tuhan mengatakan dengan menyebut namanya sendiri? Dan dapatkah tuhan mengatakan: “kami menyembah” dan meminta pertolongan dan minta petunjuk utknya sendiri?
5) Perkataan Pujian:
Ensiklopedi Islamik juga menyatakan ayat-ayat yg berisi kata-kata pujian ;
· “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [62.1]
· “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” [28.68]
· “Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.” [37.180]
· “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi” [36.36]
· “Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya Arasy, dari apa yang mereka sifatkan itu.” [43.82]
Jadi apakah tuhan memuliakan dan memuji diri sendiri (narsis)? Perkataan ini pastilah bukan perkataan tuhan.
6) Perkataan memberkati
Dihalaman 8247 ensiklopedi yg sama menyebutkan ayat-ayat Quran yg berisi kata pemberkatan seperti “Diberkatilah Allah (Blessed be Allah)”:
(Surat Al-A'raf) 54:"Blessed be Allah, the Lord of the 'Alamîn (all that exists)"
The Believers chapter (Surat Al-Mu'minun) 14:" So blessed be Allah, the Best of creators."
The Dominion chapter (Surat Al-Mulk) 1:" Blessed is He in Whose Hand is the dominion"
Juga dalam Surat Ghafir dan Al-Furqan disebutkan “blessed be Allah"
Jadi mungkinkah pembicara ayat-ayat ini tuhan itu sendiri dan dia memberkati dirinya sendiri??
Atau pastilah itu adalah perkataan manusia yg memuji tuhan.
7) Perkataan Terima kasih
Juga menurut ensiklopedi Islamik ada ayat-ayat yg berisi ucapan-ucapan terima kasih:
The opening chapter (Surat Al-Fatihah):"All the praises and thanks be to Allah"
The Originator of Creation chapter (Surat Fatir) 1:" All the praises and thanks be to Allah, the Originator of the heavens and the earth"
Juga dalam surat Al-An’am, Al-Kahf dan Saba terdapat ucapan yg sama. Dan ucapan terima kasih tidaklah dapat menjadi perkataan tuhan karena dia tidak mungkin berterima kasih pada dirinya sendiri. Jadi kesimpulannya, perkataan dalam Quran bukanlah perkataan Tuhan!
Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=11230
http://www.fatherzakaria.net/books/Is_the_Qouran_the_Gods_words.doc












13 comments:
Bismillahirrahmanirrahim...
Al-An`aam:125 :
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman"
Buat pemilik blog, apapun pendapatmu itu adalah kebebasanmu. Kami menghormati kebebasan pendapatmu,keyakinanmu,agamamu tanpa sedikitpun mencoba memaksa untuk memeluk agama yang kami yakini kebenarannya. Bukankah itu juga merupakan kebebasan individu yang paling hakiki?. Bagiku agamaku, bagimu agamamu. Satu hal, kami menghormati apa yang menjadi keyakinanmu, karenanya tolong hormatilah pula keyakinan kami. Kalau menurut saudara keyakinan saya salah, biarkanlah menjadi tanggung jawab kami. Karena sesungguhnya, hakikatnya kebenaran pasti akan muncul tanpa harus dengan paksaan dengan menjelek-jelekkan keyakinan orang lain.
Ali-`Imraan:020
"Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya"
--> kami makhluk yang lemah,tapi kami tidak bodoh dan kami mempunyai kekuatan iman atas keyakinan yang saya taati, karenanya kami serahkan kepadaNya. Saya yakin dengan keyakinan kami, begitu juga pastinya saudara yakin dengan keyakinan saudara. Kiranya mari saling meyakininya dan dengan bijaksana saling menghormati keyakinan kita masing-masing.
Al-Baqarah:256
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
--> kami tidak memaksakan agama kami kepada saudara.
Maaf jika ada kata yang kurang berkenan.
Untuk yg buat blog ini... Seharusnya anda teliti kitab kalian (Injil) sendiri, sempurna atw tidak..?
Al-Qur'an itu tidak turun langsung berupa 1 buku, tapi bertahap dengan perantara Jibril, lalu disampaikan kpd Nabi. Kemudian Nabi sampaikan kepada umatnya. Jadi tidak mungkinlah Jibril atau Muhammad mengatakan 'Akulah Tuhanmu'. Dia hanya menyampaikan dari Allah. Baru setelah itu ditulis oleh para sahabat & dibukukan dlm bentuk mushaf.
Jadi, teliti dulu asal muasal Kitab anda..? Siapa yg buat kitab anda..? Tahun berapa agama anda baru diresmikan..? Berarti sebelum itu (zaman Adam) agama anda belum ada..?
ahhhhh.......
yang benar kalimat ini?
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman"
yang bener aja? mana buktinya aq ngga sesak nafas ku? kan bbong lagi.
untuk achoe_mn
coba dech kamu baca sampai habis blog ini.baru kamu komentar. ku jamin seruh
hidup kita tidak lama, paling 30 tahun lagi, nanti di akhirat akan di perlihatkan siapa yang benar siapa yang pendusta , keberuntungan besar bagi pengikut Nabi SAW, semoga kami menjadi saksi , bahwa kalian sungguh sungguh Pendusta, percayalah 30 tahun itu tidak lama...kalian akan menghadap Allah Tuhan yang Maha Perkasa, dan semua perkataan kalian terhadap terhadap hambanya akan diperhitungkan,selamat
saya tanggapi terlalu panjang,bisa ngabisin kolom,begini aja,anda bertanya benarkah qur-an sabda Tuhan,jawa:'Ya'karena tdk mungkin seorang Muhammad mengarang puluhan ribu ayat,ratusan surat dan ribuan zuj,dgn susunan dan tata bahasa yang sgt indah & rapih,dia manusia biasa sm seperti kita,hanya pekerjaan Tuhanlah yg bisa seperti begini,kalau injil sy sangsi itu sabda Tuhan,karena semua wahyu ada di situ,wahyu yohannes,markus,markis dll,ada di situ semua,Qur-an ggk begitu,ucapan & perbuatan rasulnya ya ditaro dihadis dan kitab2 lain,qur-an ndak seamburadul injil
optimsbisa :
kalau injil sy sangsi itu sabda Tuhan,,,
ya ampuuunnnn.... lari ke kresten lagiiiiiii... duh bodohnya kamu..
Lebih ngaco mana dengan cerita tentang penciptaan pada sebuah buku yang diimani milyaran manusia yang tidak mau berfikir itu. Tumbuhan tercipta sebelum matahari (bagaimana berfotosintesa), siang malam terjadi sebelum ada matahari, bumi tercipta sebelum matahari, dan lain-lain. Padahal itu berada dalam halaman pertama buku itu. Jika pada halam pertama sudah ngaco, bagaimana halaman-halaman berikutnya? Inilah bunyi pada halaman pertama itu:
Kejadian 1:1-31. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan Bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di Bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi Bumi." Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi Bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semua-nya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas Bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan di dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firmanNya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di Bumi bertambah banyak.” Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah Bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka Bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh Bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di Bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia: laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah Bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di Bumi.”
Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh Bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di Bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di Bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
@ budi,
lo jalan2 dulu deh baru komen. gak usah ngulang2 OOT dng escape ke kresten lg disini.
Mohon maaf saudaraku, saya ingin menegaskan beberapa "pendapat anda" yang sebenarnya anda tulis karena ketidak-tahuan anda terhadap Al Qur'an. Mungkin anda memiliki orang yang "cukup mengerti" Al Qur'an di belakang anda untuk sanggup menuliskan artikel ini. Namun saya juga memiliki beberapa saudara-saudara dari para Ulama Islam dan saudara-saudara Nasrani yang masih saling mengasih dan menghormati hingga saat ini.
"Juga dalam surat Al-An’am, Al-Kahf dan Saba terdapat ucapan yg sama. Dan ucapan terima kasih tidaklah dapat menjadi perkataan tuhan karena dia tidak mungkin berterima kasih pada dirinya sendiri. Jadi kesimpulannya, perkataan dalam Quran bukanlah perkataan Tuhan!"
Benar, perkataan dalam Al Qur'an tidak semuanya perkataan Tuhan, dalam hal ini Allah SWT. Yang pasti tidak anda mengerti adalah bagaimana Al Qur'an diturunkan, bukan? Al Qur'an diturunkan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW atas kehendak Allah SWT. Kata-kata "aku" dalam Al Qur'an merupakan kata-kata Malaikat Jibril yang "meneruskan" wahyu Allah SWT. Ucapan terima kasih yang anda jadikan permasalahan dalam topik di atas tidak lain adalah ucapan terima kasih pribadi dari Malaikat Jibril.
Apabila anda ingin menghina Al Qur'an, bacalah Al Qur'an dan terjemahannya dari awal. Saya tidak ingin memancing emosi anda. Tapi apabila semudah itu anda menghina kitab dan agama orang lain, maka semudah itu pula (kami) menghina agama anda sendiri.
Aping, said:
Benar, perkataan dalam Al Qur'an tidak semuanya perkataan Tuhan, dalam hal ini Allah SWT.
Good point. Trimakasih utk pengakuannya. Saya garis bawahi statemen anda bahwa “PERKATAAN DLM QURAN TIDAK SEMUANYA PERKATAAN TUHAN.” Itu berarti, dengan sendirinya anda menyatakan bahwa hanya sebagian saja isi quran adalah perkataan tuhan, entah itu sebagian kecil atau sebagian besar. Yg jelas, tidak semua perkataan dlm quran merupakan perkataan tuhan. Bila demikian, dapatkah anda mengatakan kepada saya seberapa besar prosentase perkataan tuhan dan seberapa besar yg bukan perkataan tuhan yg termuat di dlm quran? Dan dapatkah yg bukan perkataan tuhan dikatakan sbg firman tuhan? Apa & bagaimana kriterianya?
Yang pasti tidak anda mengerti adalah bagaimana Al Qur'an diturunkan, bukan?
Justru krn sy sangat mengerti sejarah quran maka sy menuliskan blog ini :)
Bagaimana dng anda sendiri, sudahkah mempelajari secara sungguh2 ttg sejarah munculnya quran? Bacalah beberapa tulisan di blog ini yg dng terang-benderang mengupas tuntas ttg sejarah quran yg diambil dr sumber2 yg kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Tahukan anda mengapa para scholar muslim di seluruh dunia sampai hari ini tdk berani menerapkan pengujian thd quran dng menggunakan metodologi yg sama seperti para akademisi menguji Alkitab (injil) orang Kristen? Mengapa? Takut?!
Kata-kata "aku" dalam Al Qur'an merupakan kata-kata Malaikat Jibril yang "meneruskan" wahyu Allah SWT.
Lho, bukankah islam mengklaim bhw quran itu adalah yg langsung turun dari langit sbg kitab yg kekal yang bersanding dng auwloh di surga? Ternyata cuma merupakan “pesan berantai” saja ya, dari auwloh kpd jibril, dari jibril kpd muhammad, dari muhammad kpd org2 disekitarnya, dan seterusnya dan seterusnya…
Ucapan terima kasih yang anda jadikan permasalahan dalam topik di atas tidak lain adalah ucapan terima kasih pribadi dari Malaikat Jibril.
Sy garis bawahi perkataan anda; “…adalah ucapan terimakasih PRIBADI dari Jibril”…
Okai menarik sekali. Sengaja sy perbesar kata “PRIBADI” itu utk mnunjukkan bahwa memang apa yg terkandung di dlm quran itu bukanlah perkataan tuhan. Karena di dalamnya bisa terselip urusan pribadi atau statemen pribadi dari si pembawa pesan yg notabene pasti bukan berasal dari si pemilik pesan (tuhan). Meskipun yg bersangkutan adlh sesosok malaikat sekalipun, jelas dia tdk sebanding dng tuhan.
Pernyataan anda justru semakin memperkuat maksud dari tulisan saya. Terimakasih.
Semoga anda menangkap poin saya.
Apabila anda ingin menghina Al Qur'an, bacalah Al Qur'an dan terjemahannya dari awal.
Sy sarankan kpd anda utk tdk hanya skedar membacanya tetapi juga berusaha utk mengertinya, memahaminya dng sungguh. Karena sy bukan saja sdh membacanya tetapi jg sdh memahaminya. Bagaimana dng anda?
Saya tidak ingin memancing emosi anda.
Heheheheee… percayalah,,, sy tdk akan melibatkan emosi disini tetapi logika & hati nurani.
apabila semudah itu anda menghina kitab dan agama orang lain, maka semudah itu pula (kami) menghina agama anda sendiri.
Anda tdk memahami perbedaan substantif antara “menghina” dan “menyampaikan kebenaran.”
Islam sejak awal berdirinya memang sdh menghina agama & kitab agama non-muslim kok… jadi kalo anda pun skarang mo menghina, ya silakan saja.. anda cuma meneruskan tradisi islam sejak mulanya… heheheeee… gak ada yg baru dng itu mas..
Admin, thanks ya...artikel itu.
Saya heran, ngga ada yang bisa counter. Paling2 ngeles ke Kristen segala...kenapa ya, otak muslimer gitu...saya benar2 mengharapkan counter ilmiah. Ini, rata2 ocehan murahan & OOT.
Mungkin itulah ya...ajaran yang penuh pembohongan sulit sekali mempertahankan kebenaran.
Kebenaran ditutup-tutupi dengan ancaman pedang...
Muslimer...jangan mahu lagi dibohongi Si Mamad.
Hati yang damai akan melihat kebenaran.
hy kau pembuat blog ini....kasian yh situ...nti kl udah tiba saat nya situ bakal tw n pasti nyesel bnget...
dh smpe neraka penyesalan anda gkan berguna...selamat merasakan neraka JAHANAM....
Gw lagi debat ama abang gw.
Kami sama2 ngislam lho, tapi gw bilang Quran itu cuman dobolannya orgil pedofil yg bernama Muhammad. Jelas abang gw marah besoooaaar, tapi mau gimana lagi? Gw mulai serius belajar islam sejak th 74, buang Islam sejak 97-99-an.
Semua perkataan quran ttg langit dan bumi SALAH. Mosok tuhan ngomong salah? (Langit ditinggikan tanpa tiang, sedangkan hujan turun dari langit. Langit yg dekat dihiasi bintang-2. Bintang-2 berjatuhan ke bumi di hari kiamat dsb.) Ini jelan dobolannya orang gak berpendidikan dan gak pernah terbang melampaui awan.
Ayo, adik-2 yg ngislamnya masih kenceng, pelajari tuh quran dan be consistent. Kalau gak sesuai dengan kenyataan, tinggalkan. Saya jamin Quran cuma tersisa separo.
Ayo terus belajar Quran .... pakai kalau benar, tinggalkan kalau salah....
Post a Comment